I am Sorry!

October 2nd, 2008

Kalimat seperti itu sepertinya akrab terdengar disaat-saat seperti ini, dan begitupun sebaliknya bagi pemberi maaf, mudah dan gampang untuk membuka pintu maaf untuk orang lain, tanpa melihat besar kecil, toh ukuran seperti itu sangat subyektif.

Bukan barang asing di telinga untuk mengucapkan maaf, meski urusan benar-benar memaafkan itu adalah urusan kebesaran hati masing-masing, dan sebulan penuh sebelumnya adalah tempat kita untuk menjadikan hati kita besar dan lapang serta ikhlas untuk memberi maaf.

Ditinggal bulan sebelum syawal itu memang membuat hati sebagian orang menangis, gemetar dan terduduk lesu, lantaran takut tidak dapat menemuinya ditahun-tahun mendatang, dan ketakutan terbesar adalah tidak termaafkannya segala bentuk dosa dan kesalahan.

Untuk itulah, saya mohon keihklasan sampean untuk memaafkan dosa dan kesalahan saya di hari-hari seperti ini meskipun permohonan maaf saya boleh dibilang telat, saya bukan manusia super yang tanpa bersinggungan kanan kiri, demikian juga semua yang ada disini, sekali lagi, saya gampang mengucap mohon maaf, dan berharap keikhlasan hati dan kebesaran hati sampean untuk memaafkan saya.

Under Construction

September 17th, 2008

Lebih tepatnya pindah server domain dan hosting, dan karena tidak biasa mencangkul disini tentu bukan sesuatu yang gampang bagi saya.

Human Behavior

August 19th, 2008

ReligiusSingkat saja, setelah baca di sana, saya jadi ingat salah satu arsip milis lama di sini, dan ini kata Albert Einstein:

 

Masalah nyata bagi kita adalah hati dan batin manusia. Adalah lebih mudah mengubah sifat plutonium dibandingkan dengan merubah sifat kesetanan dalam diri manusia

 

Nampaknya, manusia itu memang tak pernah belajar dari sejarah peradabannya sendiri. hitam putih, baik buruk, atheis maupun religius ternyata hanya sebatas tumpukan coretan kertas, buka, lompati, lalu tutup lagi, dan sedihnya akan selalu seperti itu.

Percuma?, entahlah!, toh kita tak pernah sibuk mencari jawabannya, dan kita semakin asyik berada di eksistensi kenyamanan.

 

Boss Has Day Off

August 7th, 2008

BossDibelahan dunia sana, ternyata kehidupan kantor berjalan sama, kadang, kenyamanan itu tidak bisa melulu dinilai dari seberapa besar transfer bulanan, ataupun seberapa seringnya hal itu terjadi, entah berupa transfer kejutan atau malah pengurangan yang kadang tanpa penjelasan.

Ketiadaan atasan disaat hari-hari kerja agaknya membuat kita sedikit nyaman, meskipun kadang ketenangan itu hanya sesaat, cuman beberapa hari, dan kadang hanya sekejapan mata, dan beruntunglah kita, kalo ketidak beradaan atasan di ruangannya menjadi hitungan minggu, sedikit memang, tapi bisa membuat kita menggeser pantat dan membuat bisul menunjukkan nyalinya.

Hmm.. gimana dengan hari ini? masih adakah atasan sampean di ruangannya? intip saja, siapa tahu dia lagi berkemas untuk liburan panjangnya, semoga saja liburan panjang yang menyenangkan dan doakan saja, siapa tahu dia berminat tinggal disana.

Nyamankan? silahkan luangkan waktu untuk menyilangkan kaki diatas meja.

 

Pict taken from here belum dapet ijin dari pemiliknya.

Children

July 30th, 2008

children

“It is easier for a father to have children than for children to have a real father”

Begitu kata Pope John XXIII, yang terlahir dengan nama Angelo Giuseppe Roncalli seorang Pope Vatican terkenal itu.

Memang, kita mengingatnya ketika Hari Anak kita peringati, dan melupakan dengan cepat apa yang kemarin telah kita peringati.

Sosok bapak yang sesungguhnya dalam pesan itu bisa jadi lebih luas, tidak hanya Bapak dalam pengertian sebenarnya, tapi bisa juga negara sebagai bapak yang memberikan perlindungan dan jaminan akan hidup yang layak di hari depan.

Semoga saja sosok Bapak dalam pengertian luas itu bisa menjadi teladan terhadap anak-anak kita. mampu melindungi, tidak hanya merampas, tidak cuman nuturi, apalagi mencuri.

Terlalu banyak sudah jalan didepan yang telah kita hancurkan, terlalu banyak sudah kita merampas haknya, sudah saatnya kita memberikan porsi yang seimbang, agar kita tak malu untuk mengatakan “anak-anak adalah masa depan kita”.

 

“I have also seen children successfully surmounting the effects of an evil inheritance. That is due to purity being an inherent attribute of the soul”

~ Mahatma Gandhi ~

Untitled

July 20th, 2008

Indonesia, begitulah karib saya itu, seperti halnya karib saya yang lain, kita sudah terbiasa ngobrol sampai tak terasa malam semakin mendekati pagi, memang kami beda usia jauh, hanya karena kami memiliki kesamaan, tak tahu bagaimana membunuh waktu-waktu senggang di usia yang tak bisa dibilang muda lagi.

Lama tak ketemu, matanya kuyu, wajahnya penuh kerutan karya usia, jalannya tak lagi banter, tangannya gerayangan mencari pegangan, giginya perlahan satu persatu pamit tanpa permisi., hidup sebatang kara.

Penyakit telah mulai menggerogotinya perlahan, jantungnya adalah ekonomi melorot, ngos-ngosan, hatinya adalah keadilan yang terkebiri, rambutnya adalah hutan tergunduli, darahnya adalah aparat bejat, dan sederet medical record menurun tentang kesehatannya.

Keluh kesahnya tentang hidup yang tanpa jeda itu membuat saya lupa menanyakan kabar pertiwi, istrinya itu, “ Dia sudah lama meninggal mas, sama seperti saya, penyakit tua, ditambah lagi keserakahan anak-anak yang telah dilahirkan dari rahimnya, mereka sangat kurang ajar, semoga kematiannya membuatnya enteng, siapa yang kuat hidup dengan anak-anak yang seperti itu, dan begitulah, dia meninggal karena tak tahan meilhat kenakalan anak-anaknya sendiri”. Mendadak matanya merah, wajahnya menampakkan kemarahan yang sangat, “Agh sudahlah mas, tak usah dikenang jika itu tak lagi menyenangkan bagi sampean”, buru-buru saya ingin mengakhiri percakapan soal masa lalunya itu.

Saya ingat, sebentar lagi dia berusia 63 tahun, ada keinginan memberi dia kejutan, tapi tak tahu, kejutan apa yang pantas diusia senja, dengan kondisi kesehatan seperti itu, apa sampean ada saran?

Economy Recently

July 15th, 2008

LifeEkonomi tengah berada dalam ketidakpastian, entah bagaimana masa depan, seolah kita tak lagi punya kemampuan menatapnya, kekhawatiran malah membuahkan kecemasan.

Kemana ekonomi bergerak, jutaan analisa tak jua membawa pada secercah kesejahteraan, banyak usia efektif terpental ditengah kejamnya persaingan, anak-anak terbengkalai, keluarga tak terurus, kehidupan compang camping, dan sawah-sawah mulai mengering.

Sebagian teriakan penyemangat terasa hampa tanpa makna, dimanakah para pengayom, pendekar penyeru keadilan dan kebijaksanaan, terlalu berharap lebihkan sebagian dari mereka, saya ndak tahu.

But lives must go on, selalu ada kejutan didepan, dan juga ketidak pastian, entah akan semakin meningkat atau terjerambab ke jurang terdalam. Hidup adalah sebuah pilihan, dan tak selamanya pilihan kita sejalan dengan keberuntungan.

Keberuntungan? ah… masih percayakah manusia dengan hal klenik begituan.

Gimana keadaan ekonomi sampean di hari-hari terakhir ini sodara?, saya kok semakin ketar-ketir saja.

 

Death Reminder

July 4th, 2008

born free taxed to death

Kalo kelahiran memberikan tanda-tanda
Dengan buka satu, buka dua… dan seterusnya
lalu, kenapa kematian tak memberikan tanda sama sekali
tutup satu, tutup dua… dan seterusnya
yang ada hanyalah tutup usia.

 

Apa karena kematian perlu bayar pajak, pake mahal :D , agar tanda itu diberikan?

 

ps : pict minus permit from here!

Democracy & Action

June 28th, 2008

Universitas Indonesia TrisaktiSeorang teman bercakap kemarin sore, tentang apa yang terjadi dibalik demo mahasiswa yang marak dibeberapa surat kabar kemarin dan selalu berakhir dengan kericuhan.

“Demo-demo dan aksi mahasiswa yang turun kejalan tanpa diikuti mereka yang berjaket kuning (baca : Universitas Indonesia University) itu layak dibumi hanguskan mas!” saya terdiam sejenak, bukan sok peduli, tapi lebih pada penasaran dan perasaan keheranan, “kenapa begitu mas?” tanya saya semakin ingin tahu dengan jidat berkerut, “tanpa mereka, itu dianggap belum mewakili gerakan mahasiswa yang sesungguhnya, belum nasional, jadi ya….dikesampingkan!, layak dibubarkan dengan paksa, kalo perlu dengan kekerasan aparat sekalipun, lihat saja sejarah kerusuhan demo-demo mahasiswa yang terjadi dinegeri ini mas”.

Benar atau salah dengan isu itu, saya tak tahu, posting ini tidak bertujuan menyudutkan pihak tertentu dan membedakan gerakan solidaritas mahasiswa Indonesia dimanapun, terlebih mengambil kesimpulan dini akan aksi-aksi itu.

“ya begitu, kalo demokrasi tidak jalan mas” begitu kata terakhir yang saya ingat dari dia.

Agh… demokrasi?, bukankah demokrasi dinegeri ini sama dengan memilih diktator selanjutnya?, saya jadi ingat H. L. Mencken ,seorang jurnalis America yang lebih dikenal dengan “Sage of Baltimore”, yang mengatakan “Democracy is the theory that the common people know what they want and deserve to get it good and hard”.

Apa sampean tahu isu itu? kalo tahu, kenapa tidak berbagi?

ps : gambar diambil belum ijin dari sini.

Scratch Habit

June 20th, 2008

scratchDulu, seorang teman selalu mengoloknya dengan kata “Kurnak”, bukan berarti sekarang nggak berlaku lagi.

Gatal, mungkin menjadi alasan pembenaran atas scratch yang terjadi, lantas menggaruknya ketika gatal itu menyerang, toh dia tanpa permisi datang menghampiri, nggak peduli di tempat kerja, di tempat-tempat umum bahkan saat momen sakral sekalipun.

Bukan soal batas kesantunan, tapi lebih disebabkan oleh kebiasaan, lantas terbawa ke manapun si penyandang kurnak syndrome berada, tangannya nggak lepas dari pantat untuk sedikit menikmati sensasi kenyamanan ditengah kesibukan. “Jorok ah!” begitu komentar dengan nada sedikit njingkat (terkejut) seorang teman perempuan, ketika melihat teman laki-laki yang lain tengah asyik dengan aksinya di tempat umum, lah yang ditegur malah cengar-cengir.

Hmm.. apa sebenarnya hanya lebih pada soal kebersihan ya?, ah saya nggak tahu, tapi bukankah hal ini sama seperti ngupil sembarangan? tidak adakah bilik pribadi bagi kita untuk melakukannya tanpa di ketahui banyak orang?.

Dengan alasan demi kenyamanan yang lain, perlukah perda mengatur beginian, seperti soal merokok di tempat umum itu?, jadi bakal ada “Scratch Here, For Your Pleasure!”  donk.